Teringat selalu namamu Pak…

(Gambar di samping hanya ilustrasi, diambil dari Google)

Hari yang apes. Seperti biasanya, sore setelah pulang kerja mengendarai motor dengan santainya sambil menikmati pemandangan di sepanjang jalan, tiba2 ketemu razia motor di depan kantor Polisi pas di alun2 kota. Motor pun akhirnya berhenti melaju setelah dicegat Bapak Polisi.

Selamat Sore Pak“, sapa Pak Polisi dengan ramah, “Lampu depan tolong dinyalakan ya Pak..”,  “Iya Pak“, jawabku…, “Bisa lihat surat2nya Pak?“, kucari SIM dan STNK di dalam dompet, “ini Pak SIMnya, sebentar saya cari dulu STNKnya..“. Dohh.., lupa naruh STNK, kucari2 di dompet gak ketemu, setelah lama kucari dan tetap gak ketemu, sambil panik kutelpon rumah, “Mah, STNK ada di rumah nggak? aku ketilang Polisi nih“,  “Bentar Yah, nanti tak cari dulu, nanti kuhubungi lagi“, jawab istriku. Setelah dicari-cari dirumah, ternyata nggak ada. Kucoba untuk mengecek lagi seisi dompet, tetap gak ketemu. Telpon berdering lagi, istriku menyuruh untuk mengecek seisi dompet dengan hati-hati dan teliti. Alhamdulillah…., akhirnya ketemu nih STNK… Sambil tersenyum lega kuserahkan STNKnya, “Ini Bu Polwan STNKnya..“. Polwan yang sedang duduk dan menulisi surat tilangku bingung karena STNKku dah ketemu, kemudian dia menanyakan ke polisi lainnya bernama S Riyan**, “Gimana nih Pak? STNK Bapaknya udah ketemu…“. Si Polisi bernama S Riyan** itu bingung, sambil berpikir dia berkata, “Lanjutin saja nulis surat tilangnya Bu…, tadi Bapaknya tidak menyalakan lampu… jadi tetap ditilang dengan pasal bla bla bla“. Duarrrrr, seisi tubuh tiba2 panas mendadak mendengar jawaban Pak Polisi tsb. Dasar Polisi laper…, tadi kan masalahnya STNK yang nggak ada, bukan masalah lampu yang nggak dihidupin, tadi Pak Polisi yang pertama cuman menanyakan kelengkapan surat, tidak mempermasalahkan lampu yg nggak dinyalain. Kenapa kau mempermasalahkannya Bung… dasar kau…, kejar setoran amat…. Wong kok mencla-mencle… Kalau memang STNKku ketinggalan, aku bersedia kok, ditilang dan disidang, tapi yang nggak bisa kuterima sikapmu yang seperti banci…. ngomong kok nggak berpendirian.

Akhirnya setelah minta saran dari temanku yang polisi dan tetangga yang Polisi juga, mereka menyarankan untuk tetap menandatangani surat tilang tsb, karena memang sudah terlanjur ditulis, namun tetap saja, hati ini masih belum bisa menerima perlakuan dari seorang Polisi bernama S. Riyan** itu.

Teringat terus namamu Pak, bukan harumnya pangkat atau pekerjaanmu, tapi busuknya tingkah dan sikapmu itu…….

Dengan kaitkata ,

2 thoughts on “Teringat selalu namamu Pak…

  1. bambang mengatakan:

    ya kalo sudah razia mereka itu harus setor pada yg beri perintah kalo gak setor dibilangin goblok ,gak lincah di mutasilah kasian sebener nya sama pak S Riyan itu mereka hanya sapi perahan atasan saja , uda deh gak usah sewot orang sudah pada tau semua kok berapa gaji loe kok sudah punya mobil inova gitu bapak loe kan kere juga .dari mana loe dapet duit .

    • gamulz mengatakan:

      uda deh gak usah sewot orang sudah pada tau semua kok berapa gaji loe kok sudah punya mobil inova gitu bapak loe kan kere juga .dari mana loe dapet duit . <<< mangsutnya gimana nih Om?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: