[CoPas] Dehidrasi pada Bayi

Dibandingkan orang dewasa, bayi dan balita lebih rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Jika tidak mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, anak yang mengalami dehidrasi akan mengalami berbagai kerusakan organ tubuh serta mengalami syok yang dapat berujung pada kematian. Ngeri bukan?

Penyebab dehidrasi

* Diare atau Muntaber
Pada saat mengalami diare atau muntaber, anak kerap kehilangan nafsu makan dan seringkali tidak mau minum. Akibatnya, cairan yang masuk dan keluar dari tubuh tidak seimbang. Tak hanya itu, sejumlah mineral penting, seperti sodium, potasium, dan klorida juga ikut terbuang.

* Pneumonia
Bayi atau balita yang mengalami pneumonia atau radang paru-paru biasanya mengalami demam tinggi dan napas terengah-engah. Hal ini akan membuat cairan, berupa uap air, yang keluar dari paru-paru juga meningkat. Penanganan yang terlambat atau tidak tepat bisa mengakibatkan dehidrasi.

* Kurang makan dan minum
Kondisi ini jarang terjadi, pasalnya kalau lapar atau haus umumnya bayi akan menangis minta makan atau minum. Namun mungkin saja saat anak sedang sakit, ia kehilangan nafsu makan dan minum. Jika hal ini terjadi selama 3 – 5 hari maka dehidrasi bisa terjadi.

Gejala

Jeli mengenali gejala dehidrasi pada anak, baik  yang ringan, sedang maupun yang berat bisa membantu si kecil Anda terhindar dari akibat yang fatal. Berikut gejalanya:

Gejala dehidrasi ringan hingga sedang

* Segera waspadai jika anak menangis tapi  air mata.

* Mulut dan bibir kering. Jika tubuh kekurangan cairan hampir seluruh tubuh akan menjadi kering. Kondisi ini biasanya ditandai bagian mulut dan bibir yang kering.

* Penurunan berat badan. Waspadalah jika berat badan bayi turun sampai 5% dari berat badan asalnya.

* Lihat ubun-ubunnya. Bila cekung, atau lebih cekung dari biasanya waspadai mungkin ia sedang mengalami dehidrasi.

* Jarang buang air kecil (BAK). Waspadai jika air seni yang keluar sangat sedikit dan berwarna gelap. Normalnya, bayi buang BAK di atas 3cc/kg BB setiap jamnya.

* Mata bayi tampak cekung dan seakan terbenam.

* Tidak bergairah, lemas dan selalu mengantuk, seperti; hanya tergolek di tempat tidur tanpa aktivitas yang berarti.

* Kulit tampak pucat, kering dan tidak elastis.  Untuk lebih memastikan cobalah mencubit kulit bayi secara perlahan. Bayi yang mengalami dehidrasi, setelah dicubit, kulitnya tidak akan cepat kembali normal.

* Demam. Terjadi peningkatan suhu tubuh sampai 38 derajat celcius bahkan lebih.

Gejala dehidrasi berat

* Kesadaran si kecil menurun, napas jadi cepat dan denyut jantung meningkat.

* Hilang kesadaran. Hal ini karena  cairan yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh berkurang, maka seluruh sistem kerja organ tubuh menjadi terganggu dan otak tidak berfungsi secara sempurna.

* Pengeluaran cairan makin tidak sebanding dengan kebutuhan tubuh, yakni bisa mencapai 200-250 cc/kg BB dalam sehari. Kondisi ini membuat berat badan si kecil turun secara drastis, yaitu lebih dari 10 persen BB asalnya.

Solusi dan penanganan

Inilah langkah yang dapat dilakukan saat menemukan gejala dehidrasi pada bayi:

* Sebagai pertolongan pertama, berikan banyak cairan pada anak. Boleh berupa seperti teh manis hangat atau sup. Begitu juga cara tradisional berupa pemberian air tajin (air rebusan beras). Berdasarkan penelitian, air tajin mengandung glukosa polimer, yaitu gula yang mudah diserap dan dicerna tubuh. Protein poliglukosa yang dikandung dalam tepung tajin pun dapat membuat feses lebih padat.

* Jangan memberikan air putih saja untuk si kecil yang sedang muntah, diare atau dehidrasi. Karena air putih tidak mengandung elektrolit yang diperlukan tubuh saat dehidrasi terjadi, dan ini bisa membahayakan khususnya untuk si kecil.

* Jangan memberikan cairan yang manis, seperti; sari buah saat diare, karena akan memperburuk kondisi diare anak.

* Berikan oralit dengan takaran yang tepat. Misalnya, 1 sachet kecil dicampur 200 gr air putih. Tanpa takaran akurat, oralit justru membahayakan karena kandungan garamnya yang masih kental dikhawatirkan akan meningkatkan dehidrasi. Pasalnya garam yang pekat akan “menyerap” air dari sel-sel tubuh.

* Jika gejala dehidrasi terlihat semakin berat, segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat. Saat ini penanganan yang paling tepat adalah pemberian cairan melalui infus, sebelum keadaannya menjadi semakin tidak teratasi.

Dengan kaitkata ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: