[CoPas] Cari Kerja Lewat Outsourcing

Penuh Kontroversi

Kutipan di bawah ini adalah jawaban beberapa temen kita waktu ditanya tentang kesediaannya cari kerja lewat outsourcing. Jawabannya pun macem-macem. Simak aja…
– “Gue sih agak-agak males kalo cari kerja lewat outsourcing, takut ga jelas gitu..”
– “Katanya gajinya dipotong?”
– “Apaan… masa gue disuruh bayar duluan? Jelas-jelas gue cari kerja buat nyari duit eh malah dimintain duit”
– “Ga masalah sih.. emang kenapa? Yang penting bisa nyariin kerja”
– “Lumayan lah buat awal-awal..”

Dari jawaban-jawaban tersebut kita bisa melihat bahwa outsourcing tidak hanya menjadi polemik bagi bapak-bapak ibu-ibu pejabat negara, pengusaha outsourcing, perusahaan pengguna, dan aktivis buruh, tapi juga menjadi kontroversi di kalangan job seekers itu sendiri (mahasiswa fresh graduate). Di sini kita nggak akan ngebahas mengenai kontroversi ketenagakerjaan dalam outsourcing yang sampe saat ini masih belom ada titik terangnya, melainkan ngebahas mengenai peluang-peluang dari outsourcing yang kira-kira bisa bermanfaat buat kita. Daripada ribut-ribut, mendingan kita think positive yuk!

Apa itu Outsourcing?

Sebelum membahas lebih lanjut, mungkin ada baiknya kalo kita mengetahui terlebih dahulu kenapa bisnis outsourcing menjadi marak saat ini. Sebenernya, di negara maju bisnis outsourcing udah bukan lahan baru lagi, ia udah muncul sejak tahun 1900-an. Namun di negara berkembang outsourcing baru unjuk gigi sejak dua dekade silam. Outsourcing hadir karena adanya keinginan dari perusahaan (perusahaan pengguna/pemesan – user/principal) untuk menyerahkan sebagian kegiatan perusahaan kepada pihak lain (perusahaan outsourcing) agar ia dapat berkonsentrasi penuh pada proses bisnis perusahaan (core business). Biar lebih kompetitif, gitu…
Karena itu, pekerjaan yang di-outsourcing-kan bukanlah pekerjaan yang berhubungan langsung dengan inti bisnis perusahaan, melainkan pekerjaan penunjang (staff level ke bawah), meski terkadang ada juga posisi manajerial yang di-outsourcing-kan, namun tetep aja hanya untuk pekerjaan dalam tenggat waktu tertentu (proyek).
Dengan ‘membagi tugas’ kepada perusahaan lain itu, perusahaan pengguna outsourcing merasa mendapatkan keuntungan dari ‘kerjasama’ tersebut, karena ia nggak perlu pusing-pusing mikirin dan ngurusin pekerjaan-pekerjaan penunjang sehingga bisa fokus dalam bisnis operasional perusahaan. Dan hal itulah yang banyak membuat perusahaan beralih ke outsorcing. Buktinya, pertumbuhan bisnis outsourcing global tercatat mencapai 30% per tahunnya. Dari situ kita bisa lihat kan, betapa perusahaan-perusahaan pengguna outsourcing itu udah mempercayakan sebagian proses bisnisnya pada perusahaan outsourcing dalam hal perekrutan SDM. Padahal, perusahaan-perusahaan pengguna outsourcing itu banyak yang merupakan perusahaan besar lho, yang sebenernya udah sangat kredibel nanganin hal-hal macam perekrutan. So far, perusahaan besar yang menggunakan jasa outsourcing adalah Telkomsel, PT Pembangunan Jaya (Ancol), Unilever, Bank Niaga, Bank Mandiri, Bank ABN Amro, dll. Nah, kalo perusahaan-perusahaan besar itu aja pada percaya, kenapa banyak dari kita yang nggak yakin?

Penyebab ketidakpercayaan

Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Sjukur Santo, mencoba memberikan pandangannya mengenai ketidaknyaman para fresh grad untuk mencari pekerjaan lewat perusahaan outsourcing. Beliau bilang, hal tersebut mungkin saja terjadi karena hingga kini masih ada saja perusahaan outsourcing yang berlaku tidak adil terhadap karyawannya. Di lain pihak, Iftida Yasar selaku CEO PT Persaels dan Ketua Umum Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI) straight to the point mengatakan kalau ada perusahaan outsourcing yang berlaku ‘aneh’ kayak gitu, udah bisa dipastikan perusahaan tersebut adalah perusahaan outsourcing gadungan, yang hanya mencari kesempatan di atas kesempitan. Perusahaan-perusahaan ini ‘ngerjain’ job seekers dengan cara yang bermacam-macam. Mereka yakin, karena kita butuh banget pekerjaan maka kita akan melakukan apa saja asal bisa dapet pekerjaan. Selain itu, ketidaktahuan kita akan hak-hak pekerja juga bisa menjadi celah bagi kita untuk dibodohi.

Perusahaan outsourcing gadungan

Seperti apa kategori ‘tidak adil’ dan ‘aneh’ yang disebut Pak Sjukur dan Bu Iftida itu? Ini dia yang kamu perlu ketahui untuk ngebedain perusahaan ourtsourcing seperti apa yang merugikan kita. Pertama, ada outsourcing nakal yang minta duit sebagai deposit di awal kamu ngelamar kerjaan. Alasannya, untuk biaya ngurusin aplikasi (administrasi) kamu ke users. Nominalnya pun beragam. Mulai dari 5 ribu sampai ratusan ribu. Biasanya mereka akan bilang, dengan uang sebesar itu, kamu akan diberikan 3 kali kesempatan bekerja di 3 perusahaan yang berbeda. Maksudnya, kalo di pekerjaan pertama kamu merasa nggak sreg kamu bisa bilang ke outsourcing tempat kamu ngelamar biar nanti dicariin kerja lagi, dan seterusnya sampe jatah kamu abis.
Kedua, pemberian gaji yang nggak sesuai dengan salary range. Perusahaan outsourcing yang bener nggak akan motong gaji karyawannya, karna ia udah dibayar oleh user untuk jasa pengelolaan SDM yang diberikannya (management fee). Management fee ini sebenernya kan sama dengan cost yang harus dikeluarkan oleh user kalo ia melakukan perekrutan dan pelatihan sendiri. Namun karena sudah diserahkan ke pihak lain (outsourcing), maka cost itu diberikan ke outsourcing sebagai management fee. “Jadi tidak ada alasan bagi perusahaan outsourcing untuk mengurangi benefit yang diberikan oleh perusahaan pemesan,” jelas Bapak Awal Kurniawan, pemilik perusahaan outsourcing PT. Haling Sekawan Sukses. “Terus terang kami juga tidak tahu mengapa ada perusahaan outsourcing yang melakukan hal ini. Bagi kami fee yang diberikan oleh perusahaan pemesan sudah cukup untuk menghidupi dan menjalankan roda perusahaan. Jadi di perusahaan kami tidak ada pungutan uang sepeserpun kepada tenaga kerja,” lanjut beliau.
Jadi, kalo ada di antara kamu yang bilang bahwa gaji karyawan outsourcing itu kecil, harus dipastikan dulu “kecil”-nya itu yang bagaimana. Jika sampe lebih kecil dari pasar, ya patut dicurigai. Minimal, kamu harus tau besarnya UMR di wilayah kamu. Sebab, di perusahaan outsourcing yang bener, gaji yang diberikan kepada karyawannya memang udah sesuai dengan salary range yang ada, dan tidak dipotong-potong lagi. Let’s say kamu di-hire sebagai customer service melalui outsourcing dan kamu digaji 1,5 juta, maka kamu juga akan mendapatkan sejumlah yang sama kalo kamu melamar langsung ke perusahaan yang bersangkutan (user).
Tipikal perusahaan outsourcing nakal lainnya adalah nggak memberikan benefit atau hak-hak pekerja sesuai dengan yang tercantum dalam UU Ketenagakerjaan. So, tenang aja… meski kamu berstatus sebagai karyawan outsourcing, kamu tetap akan mendapatkan benefit seperti pada karyawan permanen lainnya, antara lain gaji pokok, uang makan, transport, insentif, tunjangan kesehatan, jamsostek, dsb. Bpk. Hilman Ali, Managing Director Graha Humanindo Manajemen, mengatakan bahwa outsorcing itu sebenernya semacam serikat pekerja juga. Ia memperjuangkan hak-hak karyawannya pada user. “Ketika company meminta SDM, yang kita perhatikan adalah SDM-nya mau diberi benefit seperti apa. Bahkan dalam mengelolanya kita pun memperhatikan kesempatan promosinya. Pokoknya hak karyawan yang bersifat normatif itulah yang kita pertahankan.”

Bagusnya buat kita..

Kalo mau diambil positifnya, banyak hal yang bisa kita dapat dari bekerja melalui outsourcing ini, apalagi bagi kamu yang baru mau nyoba bekerja (baik itu fresh grad atau yang pengen nyoba kuliah sambil kerja). Kalo gitu, apa aja ya manfaat dari outsourcing ini?

Ngatasin pengangguran

Sebagai negara berkembang yang berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa, tingkat pengangguran di Indonesia juga sangat tinggi. Bayangin, hingga saat ini kita punya 11 juta pengangguran lho! Dan jumlah itu akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Konon pertumbuhannya sampe 2,5 juta jiwa per tahun! Buseeet deeeh.. Parah banget nggak sih? Mungkin atas dasar itulah Bu Iftida melontarkan kalimat sbb: “Biasanya ketika orang baru lulus, dia akan jadi ideal banget. Pengennya kerja di perusahaan besar, lalu langsung jadi pegawai tetap. Padahal kesempatan kerja dibanding orang yang melamar kerja kan perbandingannya timpang banget. Jadi mustinya apapun bentuk pekerjaannya diterima aja.”
Di sini, outsourcing membantu menyalurkan kita ke perusahaan-perusahaan yang menjadi kliennya. Outsourcing diyakini sebagai salah satu cara mengatasi pengangguran.

Jembatan menuju karir sebenarnya

Outsourcing bisa menjadi jembatan bagi fresh grad untuk menuju karir yang sebenernya. Yang terpenting, dalam proses ke arah tersebut kita sudah memiliki bekal yang cukup. Dan untuk ngumpulin bekal itu, mindset fresh grad harus diubah. Menurut Bu Iftida, sebagai seorang yang belum berpengalaman ada baiknya kalo kita nggak pilih-pilih kerjaan. Maksudnya, jangan terobsesi dengan ke-idealisme-an kita seperti yang telah disebutkan di atas. “Jangan pilih-pilih, yang penting kerja aja dulu.” Tapi yang perlu diingat adalah ketika nanti kamu bekerja sebagai karyawan outsourcing, kamu juga nggak boleh kerja setengah-setengah alias asal-asalan gara-gara merasa kerjaan kamu itu hanya untuk batu loncatan saja. “Nggak bisa gitu… Apapun pekerjaan kamu, sekecil-kecilnya, kamu harus bekerja dengan baik. Karena itu akan membentuk karakter kerja kamu dengan sendirinya. Kamu harus mencoba melihat dengan sudut pandang yang terbalik. Misalnya, kalo pekerjaan yang biasa-biasa aja kamu nggak bisa apalagi kalo dikasih kerjaan besar?”.
Persis seperti yang dibilang Bpk. Awal, bahwa hakekat bekerja sebetulnya adalah “bekerja dengan baik”. “Nggak perlu khawatir dengan masalah kontrak kerja yang biasa ada di outsourcing. Toh apabila kamu bekerja dengan baik, tekun dan jujur pasti kontrak akan diperpanjang terus dan kalo pada saatnya nanti perusahaan tersebut membutuhkan karyawan permanen pasti kamu akan direkrut. Sebaliknya walaupun kamu menjadi karyawan permanen tapi apabila tingkah laku kerja kamu nggak baik tentu bisa diberhentikan juga alias PHK.”

Bekal pengalaman

Bekerja sebagai karyawan outsourcing sedikit banyak memberikan pengetahuan dan pengalaman. Dalam jangka waktu yang terbatas itu (1-3 tahun –tergantung kebutuhan user), kamu bisa belajar beradaptasi dengan dunia kerja, dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Apalagi, beberapa training juga turut diberikan pada karyawan outsourcing ini, sehingga softskill dan hardskill kamu pun akan terasah. Pada akhirnya, ketika kamu udah merasa “it’s my time” untuk ngebangun karir, maka bekal pengalaman kamu pun udah ada dari bekerja sebagai karyawan outsourcing itu.

Gimana prosedurnya?

Prosedurnya sama aja kayak kamu melamar ke perusahaan pada umumnya. Namun yang perlu diketahui, kualifikasi di perusahaan outsourcing bisa jadi berbeda satu sama lain, karena standar kualifikasi itu tergantung permintaan klien masing-masing, yang pastinya sesuai dengan kebutuhan mereka. Tes seleksinya lumayan sulit, ada psikotest dan interview (oleh tim rekrutmen outsourcing, juga oleh user). Kalo nggak lulus salah satunya ya maap-maap, kamu pun akan dinyatakan gagal.
Satu hal lagi, sebelum kamu melamar ke perusahaan outsourcing, ada baiknya kamu cari tahu siapa-siapa saja klien perusahaan outsourcing tersebut. Outsourcing yang fokus terhadap fungsi kerja atau industri tertentu akan mempermudah kamu dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat kamu. (TM)

Box:
Ipunk, MI Gundar 2002
“Semenjak ditetapkannya sistem kerja kontrak, perusahaan yang bergerak dibidang outsourcing pun bermunculan, yang jelas buat gua jangan sampai deh kerja lewat perusahaan outsourcing, karena ga bakal punya ketenangan hidup, gimana engga, kerja lagi enak-enak tau-tau kontrak habis, terus harus nganggur lagi…. kapan kawinnye gue.. hehe. Ya gue harap sih sistem seperti ini dapat segera diperbaiki, karena kasihan nasib para buruh di negeri ini, yang selalu hidup dalam kekhawatiran.” (Jastis)

Danang Wahyudi, Tehnik Komputer 2003, IT Administrator BCI Asia
“Buat gue yang penting sih saat ini dapat bekerja, mau lewat perusahaan outsourcing ataupun tidak itu ga penting, yang penting pekerjaan itu halal buat gue, dan gue ngga jadi pengangguran yang kerjaanya cuma luntang-lantung dan sering dicap sampah masyarakat. Kalau masalah nanti mau diangkat karyawan atau ngga yang penting kerja dulu dengan sebaik-baiknya, karena gua yakin kalau kita kerja baik, jujur, dan profesional, pasti kita akan selalu dipakai oleh perusahaan tersebut. Jadi yang penting kerja maksimal aja dulu.” (Jastis)

Awal Kurniawan, CEO PT. Haling Sekawan Sukses
“Prosedur perekrutan adalah sama dengan prosedur pada umumnya. Biasanya kita menerima permintaan tenaga kerja dari user dengan suatu klasifikasi tertentu. Kemudian kita membuka lowongan pekerjaan baik itu melalui media maupun melalui mulut ke mulut. Setelah itu kita melakukan seleksi tahap awal, dan apabila lolos pada tahap awal, kita akan kirim calon tenaga kerja tersebut kepada user-nya untuk seleksi berikutnya, dan apabila lolos maka tenaga kerja tersebut siap untuk melakukan pekerjaannya dengan status sebagai karyawan outsourcing yang dipekerjakan pada klien kami.” (Kresti)

Iftida Yasar, CEO PT Persaels
“Outsourcing itu hanya salah satu jembatan bagi fresh graduate untuk menuju ke karir yang sebenernya. Karna kalo kamu lewat outsourcing kan kamu juga akan dilatih, dan ditempatkan di perusahaan-perusahaan besar. Walaupun hanya sementara, antara 1 – 5 tahun, tapi kamu kan udah dapat pengalaman untuk belajar. Jadi nanti dari situ baru bisa cari kerja di tempat lain.
Dan standar outsourcing itu tinggi lho, sama dengan perusahaan besar.”

Hilman Ali, Managing Director Graha Humanindo Manajemen
“Waktu kita rekrut karyawan, karyawan itu tau persis perincian angka yang diterimanya. Kalo sampe ada pegawai kami ketahuan memotong gaji karyawan, akan kita PHK. Jadi jangan sampai outsourcing ini menjadi benalu buat kita. Bagi saya, outsourcing itu merupakan istilahnya keran distribusi rejeki dari Yang Maha Kuasa ke manusia. Jadi kalo kita motong di situ, bayangkan ada 40 orang yang akan berdoa untuk keburukan kita. Jadi harus hati-hati. Jika kita berbuat salah, orang akan mengutuk kita.”

Dengan kaitkata ,

13 thoughts on “[CoPas] Cari Kerja Lewat Outsourcing

  1. Pisang mengatakan:

    Sebenarnya ada cara lain
    untuk berwiraswasta di dalam negeri. Secara online, kita bisa
    menggunakan hosting gratis seperti ziddu. artikel bisnisnya ada di
    sini: artikel
    bisnis ziddu
    </big

  2. gamulz mengatakan:

    Yup, banyak cara untuk berwiraswasta.

  3. JakaPrasetya mengatakan:

    Hahaha….,, temenku bilang jadi budaknya budak,,

    -fyi, saia juga pekerja outsourcing-

  4. angry mengatakan:

    outsourcing seharusnya dihapuskan karena sangat menyusahkan.
    Baik atau buruknya hasil dari pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kerja outsourcing tetap saja tidak memiliki masa depan yang pasti…trus dbayang-bayangi ketakutan kelanjutan kontrak. Kelanjutan kontrak kerja 80% bergantung pada client yang menggunakan jasa tenaga kerja, sisanya bergantung pada kinerja si tenaga kerja itu sendiri. So…bagaimanapun hebatnya seseorang bekerja kalau statusnya SDM Outsourcing … ga ada masa depannya Bro.
    Akan tetapi jika sudah seperti itu statusnya, sambil mencarilah kesempatan ditempat lain. masih banyak perusahaan-perusahaan besar yang masih ada pengangkatan karyawan.

  5. andre mengatakan:

    @gamulz: pas itu sob

  6. andre mengatakan:

    @Pak Hilman ALi,
    Mau tanya pak? Jika client komplain dengan tenaga kerja yg bapak kirimkan dan mereka minta tenaga kerja tsb diganti dengan yg lain, apa tindakan bapak?
    Pasti tindakan bapak adalah langsung menggantikan tenaga kerja tsb tanpa mempertanyakan alasan sebab musababnya dari kedua belah pihak.
    Tul ga pak.

  7. andre mengatakan:

    @Iftida Yasar, CEO PT Persaels:
    Standar persyaratan pelamar sih memang tinggi, tp gaji yang ditawarkan gaji anak SMA.
    Yg lucunya ada yg Sarjana gajinya sama dengan tenaga kerja ga tamat SMP & ga bisa apa2. Kerja kl diperintah doang. (modal ada orang dalam sih).
    Munafik semua

  8. LOSAN VAKENTINO mengatakan:

    HANYA SATU KALIMAT YANG DIKUMANDANGKAN SELAMA INI ” HAPUSKAN SISTEM KERJA OUTSOURCING “.

  9. adhityo mengatakan:

    menurutku sih membantu ane kerja lewat outsourcing cuma fokus untuk cari pengalaman aj supaya pas ntu kontrak abis ane dah punya pengalaman.knp ane ikut pertama kali itu karna ipk ane kecil tapi sekarang udah ad pengalam bnyk ipk ga di liat lagi gan.asal kirim pasti dipanngil ahhahahahah.

  10. adhityo mengatakan:

    intinya kalo cocokmtuh buat freshgradute yang punya ipk kecil + zero exprience di dunia kerja
    karna mereka bisa mencarikan kita dengan kondisi kaya gitu.ane udah nyoba cari kerja pertama kali kondisi kek gitu susahhhh gan.tp terbantu sma outsourching.kalonga gitu ane masi pengangguran kali skrng kwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: