Renungkanlah kawanku

Kita hidup tidak hanya sendiri, kita hidup ditemani oleh berbagai macam bentuk dan jenis perasaan, wajah, sifat dan perilaku berbeda dari setiap individu, jika kita hidup di hutan atau di tengah laut tanpa teman, kita terserah mau melakukan apa saja sesuai dengan apa yang kita inginkan, kita bisa menyombongkan diri, kita bisa berbohong, lha tapi apa gunanya, wong kita sendirian. Kita hidup berdampingan, kita hidup berkelompok, kita saling membutuhkan, ndak mungkin ada pemimpin tanpa yg dipimpin, ndak mungkin ada suami tanpa istri, ndak mungkin ada teman kalo kita hidup sendirian, yang harus kita sadari adalah setiap individu memiliki sifat dan karakteristik berbeda, tidak bisa kita mengingkan agar orang mengikuti tindakan dan kemauan kita, semua orang ingin agar apa yang diinginkannya terwujud, namun semuanya itu akan berhasil apabila kita bisa mengerti dan memahami karakteristik dan sifat orang lain. Temanku, sadarlah bahwa kita itu bukan apa2, tak perlu kita menyombongkan diri, tidak perlu kita berbohong demi mendapatkan pujian, tidak perlu kita mengatakan bisa tapi kita sebenrnya belum bisa, jadilah diri kita sesuai dengan apa yang ada dalam diri kita. Lebih pas sepertinya..

tuk kawanku yang baru…

2 thoughts on “Renungkanlah kawanku

  1. hambaAllah mengatakan:

    waktu kita kecil, siapah teman itu?
    setelah besar, siapakah “Teman” hidup kita ?
    sesaat Sebelum maut, siapa “Teman” yang kita Pilih?
    lalu kita mati, siapakah “Teman mati” kita nanti?
    …..
    lama di barzah, siapakah yang di “Sebelah” kita itu?
    ketika isrofil meniup terompet kedua, tergesa gesa kita bangun. siapa yang jadi “Teman” kita?
    ketika amalan ditimbang, siapa yang akan membantu kita?
    melewati sirath, dimana “Teman” kita tadi?
    ….
    kalau sampai di surga, arah mana “Temanku” tadi ?
    kalau jatuh ke neraka, dari mana “Temanku” pergi, dan kenapa?
    …..
    jawabnya, … he he… bisa banyak bisa sedikit
    yang milih sedikit, tentu milih sedikitnya perbandingan 92:19 – 21
    yang milih banyak, tentu lebih tahu jawabnya.
    …..
    sejak dulu-dulu, sampai ketika akherat berlalu
    tidak patut sesuatu pun yang pantas dijadikan teman
    kecuali Sang Teman itu sendiri

    (Abdullah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: